‘tulisan pak bontot, H+4 lebaran’
perubahan2 yang kita lakukan atas nama peningkatan kualitas hidup
selalu saja disertai dengan konsep adaptasi diri dan konsekuensi
menerima resiko yang terjadi, baik yang kita perkirakan ataupun yang
tidak kita perkirakan.
dalam konsep berproses, kita selalu harus menikmati bagaimana proses
itu berjalan. tanpa terlalu terbelenggu oleh bagaiamana konsep awal
itu harus kita jalankan ataupun end product yang kita harapkan
terjadi.
biarpun konsep kontrol yang smart tetep harus kita pegang. “untuk
apa…? kalau ditanya orang apa tujuan kita , biar kita bisa menjawab
secara sistemik, bahwa kita memang tidak sekedar hidup, ikut angin
ribut, banjir bandang , gelombang tsunami ataupun gempa vulkanik.
‘seperti dikutip dari tulisan ‘mas jaya’ menjadi bijak, arif,
berkualitas dalam hidup adalah pilihan’
karena tanpa kita pilihpun umur tetap akan menggulung kita’
lalu apa maksud pak bontot, nyebar2 tulisan ini lewat langit tidak berkawat….
“karena pak bontot ingin menikmati waktu, sambil memandangi 2 putranya
yang sedang mandi bola dan main prosodan”
anggap saja tulisan pak bontot ini sebuah lawakan, sehingga tidak
perlu disimpulkan.
‘amuntai, kota bebek bakar, kota mebel, kota plampitan, dan kota sate
bulus’ 4 october 2008.
‘ngaturaken sugeng riyadin, mohon maaf lahir dan batin’