Membuat keberadaan anggota tim menjadi bagian yang sangat penting

Bisa jadi anggota tim kita aman dan nyaman di organisasi, bisa jadi mereka memiliki kekuatan hubungan emosional yang baik dengan leadernya, namun bisa jadi juga itu hanya sementara karena keberadaan mereka di organisasi tidak terakui. Tidak terakuinya tersebut bisa jadi karena memang tidak ada hal yang layak diakui terkait kinerjanya dan bisa jadi juga kemampuan leadernya tidak bisa melihat sisi-sisi mana dari anggota tim kita yang layak atau bisa diberi pengakuan.

Suatu saat hati saya bergetar hebat dan kulit merinding, ketika atasan saya menyebut nama saya dan menyebutkan project-project inisiatip yang saya lakukan diahapan para direksi. Belum disebutkan keberhasilannya sepeti apa project-project tersebut saja sudah menggetarkan dan merinding, apalagi dibeberkan dinamika perjuangan dan asil-hasilnya. Merindingnya itu bisa jadi telah sekian lama atau itu baru pertama kali disebut nama terkait inisiatif-inisiatif project yang saya lakukan, bisa jadi juga ketulusan yang saya baca dari atasan saya tersebut mengakui dan menghargai apa-apa yang patut diakui dan diharga. Bukan soal prestasi atau hal-hal yang kelihatan nyata, namun masih banyak hal lain lagi yang bisa menjadi pintu pembuka untuk menghargai dan mengakui keberadaan anggota tim di organisasi bahwa keberadaan mereka sangatlah penting.

Itu adalah salah satu peristiwa nyata salah satu cara mengakui keberadaan anggota tim. Dan masih banyak cara lain yang lebih menggetarkan. Contohnya seorang leader yang menyapa atau mengajak duduk bersama terhadap anggota tim-nya yang levelnya 3 lebih level dibawahnya. Ini juga sangat menggetarkan. Ungkapan ini muncul dari seorang karyawan level pelaksana yang berprestasi diajak diner dan diajak ngobrol oleh top leader diperusahaan tempat dia bekerja.

Rekan-rekan leader sekalian bagaimana dengan kepemimpinan anda apakah sudah menjadi aliran darah dan daging terkait budaya tulus menghargai apapun kinerja anggota tim, baik final resultnya, prosesnya, step-stepnya atau bahkan upaya yang belum berhasil. Bersama saya yang pernah membersamai para leader untuk bertumbuh, mari kit aulas sejenak agar kita menemukan cara-cara untuk menjadi leader yang senantiasa mengakui keberadaan anggota tim di organisasi, agar keberadaan mereka semakin membesar sehingga mereka bisa berkarya hebat untuk menumbuhkan organisasi.

Terkait memberikan pengakuan ataupun penghargaan metode umum yang biasa adalah memberikan ucapan selamat, memberikan penghargaan terhadap prestasi, atau hal-hal yang kelihatan beda dengan anggota tim yang lain. Leader juga tidak teralu detail mempelajari bahwa setiap langkah dari proses kerjaan anggota tim sebenarnya ada celah-celah yang bisa dipakai untuk memberian pengakuan. Karena tidak semua anggota tim memiliki prestasi spesifik agar bisa dilihat leadernya sehingga mereka diakui keberadaannya.

Hal-hal yang membuat anggota tim bisa  diakui keberadaanya biasanya adalah mengenai kontribusi, kinerja dan prestasi. Namun tidak semua leader bisa melihat tajam hal ini dan hanya melihat yang nyata-nyata kelihatan. Berikut adalah hal-hal yang sangat praktis yang bisa langsung dilakukan agar kita selalu bisa mengakui keberadaan anggota tim didalam organisasi :

  1. Menemukan sekecil apapun kontribusi dan pencapaian yang harus diakui dari anggota tim bagi pencapaian oraganisasi.
  2. Mengakui kontribusi dan prestasi khusus anggota tim yang mungkin beda dari anggota tim yang lain.
  3. Mengakui upaya yang patut dipuji walaupun gagal dilaksanakan.
  4. Memberikan apresiasi berdasarkan usaha bukan sekedar hasilnya tanpa melihat proses dan usaha
  5. Memperlihatkan sikap dan perilaku tulus dalam memberikan pengakuan terhadap kerja anggota tim
  6. Tetap memberikan pengakuan yang tepat atau waktu khusus  disela-sela kelelahan dan kesibukan dalam bekerja
  7. Memberi pengakuan, apresiasi baik hasil kerja atau prestasi lain pada saat yang tepat.
  8. Menggunakan bentuk pengakuan yang tepat untuk anggota tim dan situasi tertentu.

Delapan langkah yang sangat praktis akan menjadikan anggota tim sangat diakui keberadaannya di dalam organisasi. Karena bila dicermati langkah-langkah praktis tersebut sudah sangat menjadikan hubungan anggota tim dengan leader dan organisasi sangat emosional.

Leaders sekalian, menempatkan anggota tim sebagai bagian yang sangat penting dari organisasi memang tidak hanya sekedar terungkapkan dalam konsep-konsep yang sangat kuat sekalipun, atau langkah-langkah yang kemungkinan mudah untuk dilaksanakan, namun semoga 8 langkah yang sangat praktis diatas semoga bisa segera dilaksanakan agar sebagai leaders bisa selalu mengakui keberadaan yang hebat setiap anggota tim di organisasi, yang ujung-ujungnya bisa berkinerja maksimal dan berkontribusi penuh di organisasi. Mau…?

Membangun Kedekatan Emosional Dengan Anggota Tim

Sebagai Leader dengan beberapa atau banyak anggota tim di tempat kerja, hubungan kedekatan seperti apa yang anda inginkan? Pertama, hubungan yang bertumpu pada pekerjaan yang penting beres, tugas sudah diseselesaikan dengan baik sesuai job description, atau yang kedua, hubungan yang tidak sekedar pekerjaan, tetapi disertai dengan bumbu-bumbu keterikatan emosional karena Sebagian besar waktu dihabiskan bersama ditempat kerja atau dihabiskan bersama-sama diruang virtual seperti kondisi saat ini?

Kondisi pertama mengakibatkan hubungan seperti mesin, transaksional, lu jual gue beli dan bila ada masalah akan rentan dengan terjadinya konflik karena tidak ada adjustment hubungan yang lebih fleksibel, karena hubungan tersebut sangat mekanistik, apalagi bila leader atau anggota tim masing-masing memiliki agenda-agenda tersembunyi maka akan semakin memperparah keadaan. Selanjutnya kondisi yang kedua, bila ada masalah terjadi, tingkat pengertian untuk saling memahami baik dari sisi leader dan dari sisi anggota tim akan menjadi factor kuat dan besar untuk membantu terselesaikannya masalah.

Mana pilihan anda diantara kedua hal diatas? Dan bagaimana kondisi sebenarnya dalam kepemimpinan anda saat ini? Bila kondisi pertama yang kental mewarnai situasi organisasi kerja anda, apa yang akan anda lakukan? Bersama saya dengan pengalaman membersamai leader tumbuh mari kita mencari solusi yang mungkin, sehingga tim dan organisasi menjadi harmonis.

Sebuah survey kecil didapatkan fenomena-fenomena sebagai berikut : Kalau terlalu dekat secara emosional nanti malah tidak tega menegur bila anggota tim, padahal kalau dekat secara emosional harusnya malah berani menegur dan memberi masukan. Kalau dekat secara emosional bisa tidak popular. Ada juga membangun kedekatan emosional perlu waktu yang cukup, ada juga yang ditanya kedekatan dengan anggota tim-nya malah menerangkan hal-hal diluar konteksnya dan menganggap kedekatan emosional dengan anggota timnya sudah cukup baik dan tidak perlu di pertanyakan.

Kedekatan secara emosional antara leader dan anggota timnya memang sangat menarik untuk dibahas, bila digali dengan survey kecil tanggapannya bisa bermacam-macam dan bahkan diluar konteks. Interview mendalam mungkin salah satu cara yang lebih terukur. Apapun tanggapannya selalu saja ada benang merah yang menunjukkan apakah hubungan kedekatan secara emosional itu sudah baik apa belum. Sebagai Leader tentunya terus akan memperjuangan terjadinya ini karena karena sebagai bagian sarat agar suasana organisasi harmoni sehingga tujuan organisasi bisa tercapai karena produktivitas timnya terjaga.

Leaders sekalian, tidak ada kedekatan secara emosional bila ditinjau dari makna kata-nya bisa diartikan beberapa hal sebagai berikut, tidak ada kedekatan secara fisik, fisiknya berjarak atau jarang sengaja bertemu fisik. Kalau secara emosional berarti tidak ada keterikatan batin dan emosi, tidak pernah ada pertukaran cerita kondisi pribadi yang general dan bisa saling bertukar. Namun bisa jadi jarang dekat secara fisik namun ada bonding emosional. Solusi secara umum bisa saja, oh harus sering ketemu, atau sering dipanggil untuk bertemu dengan atasan diruangan. Yang pada akhirnya jaraknya sering dekat. Namun secara emosional apakah juga dekat?  

Dari pengalaman saya selama mendampingi Leader, ada 3 hal mendasar yang bisa diimplementasikan seorang leader untuk memembangun kedekatan emosional dengan anggota timnya :

  1. Menyediakan waktu : Menyediakan waktu adalah hal yang nisacaya, karena sesuatu itu terjadi berada diruang waktu. Namun Leaders kadang-kadang abai terhadap hal ini, lebih parah lagi kadang-kadang merasa sudah menyediakan waktu dan berbuat banyak hal namun sesuangguhnya belum atau belum serius, sehingga kedekatan emosional yang diharapka terjadi hanyalah angan-angan.
  2. Menghabiskan waktu bersama : Jika waktu sudah ada maka harus sering dihabisan bersama. Artinya waktu ini dihabiskan dengan acara bersama yang melibatkan anggota tim, yang disana bisa terjadi pertukaran cerita, harapan atau saling memberi masukan terkait hal-hal yang dihadapi saat ini.
  3. Hadir disaat-saat penting dalam hidup anggota tim: Salah satu cari menghabiskan waktu bersama adalah hadir. Hadir yang memberi arti emosional. Contoh-contoh hadir yang sangat umum ini misalnya, saat bahagia dalam kehidupannya, bisa pernikahan, ulang tahun, ucapan selamat atas pencapaian atau hari raya agamanya. Bisa juga disaat-saat kesedihan dalam hidupnya, misalkan sakit, kehilangan orang-orang terdekatnya, terkena musibah. Hal-hal terbut diatas sangat penting, namun itu adalah hal-hal yang sangat umum. Leader bisa mencari hal lain, walaupun kecil namun bisa menggetarkan. misalnya ucapan selamat atas pencapaian pendidikan anak-anaknya, saudaranya, walaupun sekedar naik kelas atau naik naik semester. Menanyakan kesehatan bukan hanya kesehatan keluarga inti, namun saudara-saudaranya.

Rekan leader sekalian, bayangkan bila kita menjadi leader yang senantiasa memiliki kedekatan emosional dengan anggota tim, apakah saat ini sudah sesuai dengan harapan rekan-rekan semua? Kedekatan emosional merupan hal yang vital agar hubungan harmonis bisa terjadi, sehingga komunikasi-komunikasi dalam tataran teknis aktivitas untuk mencapai tujuan bersama dan organisasi bisa terjalin dengan baik. Mau itu terjadi, marilah segera kita mulai dengan menyediakan waktu, gunakan waktu tersebut bersama dan hadirlah di saat-saat bahagia dan sedihnya, sehingga bonding emosional itu segera terbentuk.

Membangun Rasa Aman Pada Anggota Tim

Pernahkan sebagai pemimpin anda merasa menjadi pemimpin yang membuat rasa aman anggota tim? Pernahkan anda mengetahui bagaimana rasa aman yang diharapkan anggota tim? Lalu fenomena-fenomena apa yang terlihat yang mengindikasikan bahwa anggota tim dalam kondisi kurang aman di organisasi?

            Rasa aman bagi anggota tim mengindikasikan mereka diterima dengan nyaman di organisasi dan ini prasyarat mereka akan bisa berkarya dan berkontribusi maksimal. Sebagai Leader tentunya anda menginginkan anggota tim merasa aman dan nyaman diterima di organisasi sehingga mereka bisa berkarya dan berkontribusi maksimal bagi organisasi.

            Dari sebuah survey kecil didapatkan pernyataan bawahan bahwa leadernya pelit dan arogan, apakah ini juga indikasi anggota tim dalam kondisi tidak aman bersama leadernya? Jangan-jangan anda juga dianggap demikian! Mari ikuti kelanjutannya agar anda bisa membangun perilaku yang membuat anggota tim anda aman, bersama saya yang telah 15 tahun saya mendamping pertumbuhan para leader.

            Rasa aman yang paling mendasar dapat diartikan juga bebas dari ancaman, bebas ancaman yang paling dasar adalah tidak terpenuhinya kebutuhan fisik mental secara internal dan external yang cukup ketika anggota tim berada di organisasi, dari sinilah leader memastikan kebutuhan ini selalu cukup pada anggota tim. (Psikologi Mazhab 3 – Humanistik)

            Ketidakberuntungannya adalah malah leader sendiri yang sibuk dalam bersikap berlebihan dalam memenuhi kebutuhan dasar ini. Internal fisik dalam bentuk mengejar kebutuhan fisik dengan memanjakan organ-organ sensasi. Eksternal fisik Leader sibuk membangun rasa aman dalam hal posisi, wewenang dan jabatan. Jika dua hal ini menjadi konsen yang berlebihan bagi seorang leader maka ujung-unjungnya adalah penyalahgunaan wewenang, dan pemanjaan berlebihan akan kebutuhan-kebutuhan sensasi fisik. Dan bayangkan apa yang dirasakan oleh anggota tim bila kondisi leadernya seperti ini.

            Para Leader sekalian, ada satu hal jitu untuk mengatasi hal ini dan akan membuat anggota tim anda aman , nyaman sehingga nanti nanti akan bisa berkarya maksimal untuk organisasi serta membela visi misi organisasi dengan totalitas. Yaitu pemimpin harus lebih banyak konsen pada fungsi dan tujuan, bukan pada kedudukan dan wewenang. Leader yang banyak konsen pada fungsi dan tujuan akan mengerahkan sebagian besar sumberdayanya untuk memberdayakan anggota tim, meneriakkan keyakinan visi misi organisasi sehingga organisasi dan seluruh kelengkapannya bisa bertumbuh. Namun Leader yang konsen pada kedudukan dan wewenang maka sebagian besar sumberdayanya hanya konsen menyelamatkan dirinya sendiri, kesejahteraannya sendiri, kemanannya sendiri dan terhadap anggota tim cenderung memanfaatkan untuk kepentingannya sendiri.

            Contoh-contoh leader yang terperosok dalam kasus korupsi, skandal wanita, persekongkolan untuk mengamankan jabatannya, kasak-kusuk menjegal orang-orang yang memiliki performance baik yang mungkin akan membuat jabatan dan kedudukannya tidak aman, adalah leader-leader yang berfokus pada jabatan, wewenang, menyelamatkan dirinya sendiri serta berlebihan memanjakan organ-organ sensasi fisiknya. Tentunya anda sebagai leader tidak mau terperosok ke hal-hal seperti itu kan?

            Lalu bagaimana langkah praktis agar sebagai leader bisa membangun sikap dan perilaku yang dirasakan anggota tim merasa aman dan nyaman sehingga mereka semua bisa optimum berkarya menunjukkan performance-nya.

  1. Berperilaku berkelimpahan, tidak memburu nikmat duniawi yang ternyata itu hanya memanjakan indrawi sesaat, yakinlah bahwa sebagai leader telah tercukupi semua kebutuhannya baik dari perspektif organisasi mau sebagai umat. Dengan demikian Leader akan terlihat humble, mendamaikan dan sejuk di mata anggota tim kita.
  2. Berperilaku mengayomi karena pada dasarnya kedudukan, wewenang, jabatan hanyalah titipan saja, sehingga terhindar dari perilaku bossy, ingin berkuasa selama-lamanya, bahkan ingin diturunkan ke keluarga dan saudara. Dengan demikian anggota tim anda merasa terlindungi dari perilaku-perilaku yang mengagungkan kekuasaan dan wewenang.

Rekan leader sekalian, bayangkan bila kita menjadi leader yang perilaku dasarnya

dilandasi 2 sikap diatas, apakah saat ini sudah? Kalau sudah Alhamdulillah, suma alhamdulillah, kita dikaruniai dan dipercayai memegang amanh tersebut. Kalau belum, mari terus memohon doa kekuatan agar kita segera dipercayai memegang amanah tersebut. Rasulullah saw. bersabda, “Sungguh seburuk-buruk pemimpin adalah al-Huthamah (yang menzalimi rakyatnya dan tidak menyayangi mereka).” (HR Muslim). Maukah kita menjadi pemimpin yang menzalimi dan tidak menyayangi anggota timnya? Marilah kita mulai dengan sikap dan perilaku berkelimpahan dan mangayomi Anggota Tim.

apakah kita mandeg

‘tulisan pak bontot, H+4 lebaran’

perubahan2 yang kita lakukan atas nama peningkatan kualitas hidup
selalu saja disertai dengan konsep adaptasi diri dan konsekuensi
menerima resiko yang terjadi, baik yang kita perkirakan ataupun yang
tidak kita perkirakan.

dalam konsep berproses, kita selalu harus menikmati bagaimana proses
itu berjalan. tanpa terlalu terbelenggu oleh bagaiamana konsep awal
itu harus kita jalankan ataupun end product yang kita harapkan
terjadi.
biarpun konsep kontrol yang smart tetep harus kita pegang. “untuk
apa…? kalau ditanya orang apa tujuan kita , biar kita bisa menjawab
secara sistemik, bahwa kita memang tidak sekedar hidup, ikut angin
ribut, banjir bandang , gelombang tsunami ataupun gempa vulkanik.

‘seperti dikutip dari tulisan ‘mas jaya’ menjadi bijak, arif,
berkualitas dalam hidup adalah pilihan’
karena tanpa kita pilihpun umur tetap akan menggulung kita’

lalu apa maksud pak bontot, nyebar2 tulisan ini lewat langit tidak berkawat….

“karena pak bontot ingin menikmati waktu, sambil memandangi 2 putranya
yang sedang mandi bola dan main prosodan”

anggap saja tulisan pak bontot ini sebuah lawakan, sehingga tidak
perlu disimpulkan.

‘amuntai, kota bebek bakar, kota mebel, kota plampitan, dan kota sate
bulus’ 4 october 2008.

‘ngaturaken sugeng riyadin, mohon maaf lahir dan batin’

Puisi ku

Hatiku yang tersiksa adalah puing puing tawamu,

siksa semakin pedih manakala tak tersirat sedikitpun senyum di ujung bibirmu

berikan senyumu meskipun tanpa makna

ketika kita datang dengan jalan yang sama dan seirama

dan akan pergi dengan irama dan jalan yang sama pula

mengapa dalam balutan waktu yang membungkus kita ini kita

selalu berbeda tanpa makna,

Kunantikan engkau di ujung jalan itu, bila irama itu telah mulai mengalun seiring

 

jakarta 20 june 2008

Memahami Perbedaan

Dalaminterkasi kita dengan lingkungan setiap hari, perbedaan pikir dan bersikap adalah merupakan yang kental mewarnai interakti itu.  Tingakt kendali mental, emosi dan selalu memahami makna perbedaan itu adalah, kunci dari selarasnya interaksi tersebut.

PIPE…andaro…training cbt

Blogger, yahoo messenger, gmail, internet connection, mailing list….dan lain2

Hari ini

Dalam CBT (assessment and workplace training)….tidak ada lagi pipe yang gaptek

Pertanyaan Tanpa Jawaban

Pernah suatu ketika muncul pertanyaan berkepanjangan di dalam kepalaku. Mengapa aku lahir, mengapa aku dilahirkan dalam sosok yang seperti sekarang ini, untuk apa aku semakin besar dan dewasa, sekolah-lulus-bekerja! lalu untuk apa setelah bekerja, menghidupi keluarga, membantu sesama, menjaga keberadaan jati diri, lalu untuk apa….sampai pada muara berakhirnya hidup ini, kembali lagi menjadi seonggok tanah, dan pertanyaan itu masih berkepanjangan dan masih panjang..karena selanjutnya aku tidak bisa lagi meraba fenomena apa yang terjadi ketika kita amblas bumi lagi, atau terlempar ke laut, tergulung bersama ombak tsunami, meluncur tanpa ampun bersama sebuah pesawat dikedalaman lautan! Hingga akhirnya aku samapi detik ini..di meja kerja,..dengan setumpuk pekerjaan yang di kejar dead line, tetapi belum juga merasa siap untuk di presentasikan! Tetapi terkadang aku menemukan jawaban di senyum ceria anak2ku, senyum tulus istriku, kasih saya orang tuaku yang tiada akhir, orang2 di sekitarku ketika aku memperhatikan betapa aku bisa berguna bagi semua. Membuat mereka merasa nyaman dan bahagia dan menemukan jawabnya pada diriku ketika mereka bertanya sesuatu.  Selanjutnya entah apa lagi pertanayaan yang muncullllll….!!!!!

Jakarta, 9 April 2008

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!